RSS

Neraca Pembayaran (pendapatan perkapita,PDB,PNB) (23210895)

10 Mar

PERTEMUAN MINGGU KE 2

PENDAHULUAN

Salah satu indikator telah terjadinya alokasi yang efisien secara makro adalah nilai output nasional yang di hasilkan sebuah perekonomian pada suatu periode tertentu. Sebab, besarnya output nasional dapat menunjukan beberapa hal penting dalam sebuah perekonomian.

Lembaga-lembaga keuangan Internasional seperti IMF, Bank dunia, dan negara-negara donor juga menggunakan neraca pembayaran sebagai salah satu indikator dalam mempertimbangkan pemberian bantuan keuangan kepada suatu negara.

NERACA PEMBAYARAN

Neraca Pembayaran ( Balance of Payment disingkat BOP )  adalah catatan statistik (ringkas) tentang transaksi ekonomi internasional yang di lakukan oleh penduduk suatu negara (perekonomian) dengan penduduk negara  (perekonomian) lainnya. Neraca Pembayaran (BOP)  adalah laporan rugi laba ( income statement ) yang merupakan ringkasaan arus keluar masuk barang, jasa dan aset-aset dalam suatu perekonomian selama kurun waktu (periode) tertentu. Umumnya periode laporan BOP adalah salah satu tahun walaupun laporan-laporan statistik ekonomi dewasa ini umumnya memberikan data BOP periode triwulanan.

BOP sangat berguna karena menunjukan struktur dan komposisi transaksi ekonomi dan posisi keuangan internasional dari suatu negara. BOP juga merupakan salah satu indikator fundamental ekonomi dari suatu negara di samping variabel-variabel ekonomi makro lainnya, seperti laju pertumbuhan PDB, tingkat pendapatan per kapita, inflansi, suku bunga, dan nilai tukar mata uang domestik.

Bagian paling penting dari neraca pembayaran ( BOP ) adalah neraca lancar (current account) dan neraca modal (capital  account). Bagian lainnya yang memberikan tambahan penjelasan tentang dinamika neraca lancar dan neraca modal adalah neraca penyeimbang (settlement account) dan selisih perhitungan (statistical discrepancy).

 

 

 

1)      Neraca lancar (current account)

Adalah bagian BOP yang memberi gambaran ringkas tentang transaksi barang dan jasa yang di produksi selama periode setahun atau kurang. Dapat juga di katakan neraca lancar adalah bagian BOP yang memberi gambaran ringkas tentang pembayaran-pembayaran jangka pendek.

Neraca lancar dapat di bedakan menjadi tiga bagian pokok, yaitu neraca perdagangan ( balance of trade ), neraca jasa ( service ), dan neraca nonbalas jasa ( transfer payment ).

Surplus atau defisit neraca lancar adalah penggabungan surplus atau defisit neraca perdagangan dengan neraca jasa dan nonbalas jasa.

 

2)      Neraca modal (capital  account)

 

Adalah bagian dari BOP yang mencatat pembelian dan penjualan aset-aset finansial seperti surat-surat berharga, deposito perbankan dan juga investasi langsung. Ringkasnya, neraca modal mencatat arus masuk modal ( capital inflow ) dan arus modal keluar ( capital outflow ) selama periode tertentu. Sehingga dapat juga dikatakan bahwa neraca modal mencatat aus pembayaran dan penerimaan jangka panjang.

Neraca modal di bedakan menjadi neraca modal pemerintah ( offical capital ) yang mencatat arus keluar masuk modal di sektor pemerintah dan neraca modal swasta ( private capital ) yang mencatat arus keluar masuk modal sektor swasta ( dunia usaha ).

3)      Neraca penyeimbang (settlement account)

 

Adalah sama dengan nol. Maksudnya, hasil penjumlahan antara surplus dan atau defisit neraca lancar (current account ) dengan surplus dan atau defisit neraca modal (capital  account) adalah sama dengan nol.

4)      Selisih perhitungan (statistical discrepancy)

 

Salah satu faktor lain yang menyebabkan saldo BOP tidak sama dengan ketidaklengkapan informasi (imperfect information) dan atau adanya transaksi-transaksi yang tidak tercatat (unrecorded transaction). Dalam BOP, transaksi-transaksi yang tak tercatat ini di masukkan ke dala bagian selisih perhitungan (statistical discrepancy). Istilah dalam bahsa Inggris  yang juga digunakan untuk selisih perhitungan adalah error and omission.

>>>> Neraca Pembayaran Indonesia

Tabel 1.1

Neraca Pembayaran Indonesia,1996

( dalam US$ juta )

A.    Neraca Lancar (Current Account)

1.      Neraca Perdagangan ( Ballance of Trade )

-Ekspor ( Exports, fob )

-Import ( Imports, fob )

2.      Neraca Jasa, Neto ( Service, net )

B.     Neraca Modal (Capital  Account)

1.      Sektor Pemerintah, Neto ( Offical Capital, net )

-Penerimaan ( Inflow )

-Penggunaan ( Amortization )

2.      Sektor Swasta Neto ( Private Capital, net )

-Investasi Asing Langsung ( Foreign Direct Investment )

-Lain-lain ( others )

C.     Neraca Lancar + Neraca Modal ( Total A+B )

D.    Selisih Perhitungan ( Error and Omission )

E.     Lalu Lintas Moneter ( Monetary Movement )

8.804

5.129

50.493

-45.364

-13.933

11.492

584

5.631

6.215

12.076

6.194

5.882

2.688

1.763

4.451

 

a)      Neraca lancar (current account)

Di tahun 1996 Indonesia menikmati surplus perdagangan sebesar US$ 5.129 juta. Namun karena defisit neraca jasa yang sangat besar (US$ 13.933 juta), Indonesia mengalami defisit neraca lancar sebesar US$ 8.804 juta.

b)      Neraca modal (capital  account)

Penyebab surplus neraca modal adalah surplus pada aliran modal sektor swasta sebesar US$ 12.076 juta.

 

 

c)      Selisih perhitungan (statistical discrepancy)

Defisit neraca lancar sebesar US$ 8.804 juta dan surplus neraca modal sebesar US$ 11,492 juta menyebabkan surplus neraca pembayaran sebesar US$ 2.688 juta.

d)     Neraca penyeimbang (settlement account)

Upaya yang di lakukan pemerintah Indonesia dalam menetralisir surplus BOP 1996 terlihat dalam neraca penyeimbang yang dalam BOP Indonesia di beri nama lalu lintas moneter (monetary movement).

Transaksi dalam neraca pembayaran dapat dibedakan dalam dua macam transaksi.

  1. Transaksi debit, yaitu transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari dalam negeri ke luar negeri. Transaksi ini disebut transaksi negatif (-), yaitu transaksi yang menyebabkan berkurangnya posisi cadangan devisa.
  2. Transaksi kredit adalah transaksi yang menyebabkan mengalirnya arus uang (devisa) dari luar negeri ke dalam negeri. Transaksi ini disebut juga transaksi positif (+), yaitu transaksi yang menyebabkan bertambahnya posisi cadangan devisa negara.

 

 

 

PENDAPATAN PER KAPITA

Pendapatan rata-rata penduduk suatu negara pada suatu masa tertentu disebut dengan pendapatan per kapita. Nilainya diperoleh dengan membagi nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atau Produk Nasional Bruto suatu tertentu dengan jumlah penduduk pada tahun tersebut. Pendapatan per kapita dapat di hitung dengan formila berikut:

a.       PDB Per Kapita =          ­­­­­­­­­______­­PDB______

Jumlah penduduk

b.      PNB Per Kapita=          _____PNB_______

Jumlah Penduduk

Tingkat pendapatan per kapita dapat menceminkan daya beli. Makin tinggi tingkat pendapatan, daya beli makin kuat, sehingga permintaan suatu barang meningkat.

Banyak informasi perlu digunakan untuk secara lengkap menunujukan taraf kemakmuran dan taraf hidup yang di capai oleh masyarakat sesuatu negara. Presentasi penduduk memiliki kendaraan, tingkat pendapatan mereka dan pemilikan harta-harta lain merupakan petunjuk penting dalam melihat taraf kemakmuran yang di capai. Faktor-faktor penentu kemakmuran diantaranya :

i.             Fasilitas dalam mendapat pasokan listrik dan air minum yang bersih.

ii.            Fasilitas pendidikan yang di peroleh dan taraf pendidikan yang di capai.

iii.            Fasilitas perobatan yang memadai dan taraf kesehatan.

iv.            Tersedianya pekerjaan yang cukup.

PENDAPATAN NASIONAL

Produk nasional atau pendapatan nasional adalah istilah yang menerangkan tentang nilai barang-barang dan jasa-jasa yang di produksikan sesuatu negara dalam tahun tertentu. Dalam konsep yang lebih spesifik pengertian produk nasional atau pendapatan nasional di atas  di bedakan kepada dua pengertian: Produk Domestik Bruto ( PDB ) dan Produk Nasional Bruto ( PNB ).

Produk Nasional yang di wujudkan oleh faktor-faktor produksi milik negara suatu negara dinamakan  Produk Nasional Bruto ( PNB ) sedangkan Produk Domestik Bruto (PDB) adalah produk nasional yang di wujudkan oleh faktor-faktor produksi didalam negeri ( milik warga negara dan orang asing ) dalam suatu negara. Arti dari pengertian PDB dan PNB dapat di simpulkan bahwa kedua-dua konsep tersebut pada hakikatnya merupakan ukuran mengenai besarnya kemampuan suatu negara untuk menghasilkan barang dan jasa dalam satu tahun tertentu.

PRODUK DOMESTIK BRUTO ( GROSS DOMESTIK PRODUCT )

Istilah yang paling sering dipakai untuk pendapatan nasional adalah Pendapatan Domestik Produk ( PDB ) atau Gross Domestik Product ( GDP ). Istilah tersebut merujuk pada pengertian:

nilai barang dan jasa akhir berdasarkan harga pasar, yang diproduksi oleh  sebuah perekonomian dalam satu periode ( kurun waktu ) dengan menggunakan faktor-faktor produksi yang berada ( berlokasi ) dalam perekonomian tersebut”.

the total market value of all final goods and services produced within a given period, by factors of production located within a country”. ( Case & Fair 1996 )

Produk Domestik Bruto ( PDB ) menghitung hasil produksi suatu perekonomian tanpa memperhatikn siapa pemilik faktor produksi tersebut. Semua faktor produksi yang berlokasi dalam perekonomian tersebut output-nya di perhitungkan dalam PDB. Akibatnya, PDB kurang  memberikan gambaran tentang berapa sebenarnya output yang di hasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian Indonesia.

Produk Domestik Bruto ( PDB ) dapat di artiakan sebagai nilai barang-barang dan jasa-jasa yang di produksikan di dalam negara tersebut dalam satu tahun tertentu. Sedangkan Produk Domestik Bruto ( PDB ) dalam istilah inggrisnya Gross Domestic Product ( GDP ), adalah nilai barang dan jasa dalam suatu negara yang diproduksikan oleh faktor-faktor produksi milik warga negara tersebut dan warga asing.

Tabel 1.2

Produk Domestik Bruto Indonesia Tahun 1996

( Harga Berlaku ) Menurut Pengeluaran

( Dalam Miliar Rupiah )

Konsumsi Rumah Tangga ( Private Consumption )

Konsumsi Pemerintah ( Goverment Consumption )

Pembantukan Modal Tetap Domestik Bruto ( Gross Capital Formation )

Ekspor Barang dan Jasa ( Export of Goods & Services )

Impor Barang dan Jasan ( Import of Goods & Services )

308.469

40.695

172.777

138.675

-131.660

Total PDB ( GDP ) 528.956

 

Catatan : Ekspor Bersih ( Net Export ) = ekspor – Impor = 7.015. angka positif menunjukan ekspor barang dan jasa tahun 1996 lebih besar Rp. 7.015 miliar daripada impor barang dan jasa.

Sumber :

1)      International Financial Statistic ( IMF ),1997.

2)      Badan Pusat Statistik.

 

PDB dapat dihitung dengan memakai dua pendekatan, yaitu pendekatan pengeluaran dan pendekatan pendapatan. Rumus umum untuk PDB dengan pendekatan pengeluaran adalah:

PDB = konsumsi + investasi + pengeluaran pemerintah + eksporimpor

 

Di mana konsumsi adalah pengeluaran yang dilakukan oleh rumah tangga, investasi oleh sektor usaha, pengeluaran pemerintah oleh pemerintah, dan ekspor dan impor melibatkan sektor luar negeri.

 

Sementara pendekatan pendapatan menghitung pendapatan yang diterima faktor produksi:

PDB = sewa + upah + bunga + laba

Di mana sewa adalah pendapatan pemilik faktor produksi tetap seperti tanah, upah untuk tenaga kerja, bunga untuk pemilik modal, dan laba untuk pengusaha.

Secara teori, PDB dengan pendekatan pengeluaran dan pendapatan harus menghasilkan angka yang sama. Namun karena dalam praktek menghitung PDB dengan pendekatan pendapatan sulit dilakukan, maka yang sering digunakan adalah dengan pendekatan pengeluaran.

 

 

PRODUK NASIONAL BRUTO ( GROSS NATIONAL PRODUCT )

Nilai produksi yang di hasilkan oleh faktor-faktor produksi milik perekonomian di sebut sebagai Produk Nasional Bruto. Dalam menghitung Pendapatan Nasional Bruto, nilai barang dan jasa yang di  hitung dalam pendapatan nasional hanyalah barang dan jasa yang di produksikan oleh faktor-faktor produksi yang di miliki oleh warga negara dari negara yang pendapatan nasionalnya di hitung.

Kelemahan perhitungan PDB dapat di koreksi dengan mengurangkan nilai produksi yang di hasilkan faktor produksi yang berasal dari luar perekonomian. Dengan memperhatikan perbedaan antara PDB dan PNB  dapat di rumuskan  seperti dinyatakan oleh persamaan dibawah ini:

 

 

PDB = PNB – PFN dari LN

Dimana PFN dari LN adalah pendapatan faktor neto dari luar negeri. PFN dari LN adalah pendapatan faktor-faktor produksi yang diterima dari luar negeri yang di kurangi dengan pendapatan faktor-faktor produksi yang di bayarkan ke luar negeri.

 

Sumber :

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Maret 10, 2011 in Tugas Kampus

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: